

05
Band Members :
Coal – vocal, guitar
Santa – bass
Demian – guitar, soundscapes
Charlie – drums, percussions
Influences :
Dream Theater,Led Zeppelin, The Used, Nirvana, King Crimson,Queen,Iron Maiden, Muse, Aerosmith, Guns n Roses, Green Day, Glassjaw, Head Automatica, Refused,the mars volta,my chemical romance.
Sounds Like New Wave Rock!!!!!
Record Label http://www.dfmo.net/
Type of Label Indie
Cerita Singkat Tentang Group ini yg ane terjemahin pake Google
Indonesia – band ini didirikan di St-Petersburg di musim gugur 2007.The musisi ‘Tujuan utama adalah untuk bermain berkualitas tinggi termasuk musik rock-pengaturan asli dan sempurna melodi. Ada aksen yang kuat pada kombinasi ahli barat klasik dan modern rock unsur suara progresif. Setelah bulan latihan dan demo rekaman suara-lagu «Pretty Colours» Indonesia secara rutin melakukan di berbagai klub di St-Petersburg dan Moskow. Gila dinamika dan drive distinguishs setiap Indonesia ditetapkan, bahwa segera membantu band ini untuk menemukan penggemar mereka sendiri ..



ini websitenya http://indonesia.im/
nih link nya di myspace http://www.myspace.com/indonesiaband __________________
05
By thePinkFighter on February 4th, 2010




(No Ratings Yet)Pernah membayangkan diri Anda dianugerahi kelebihan seperti Spiderman, yang dapat merayap di gedung-gedung tinggi? Tentu hal tersebut tampaknya tidak masuk akal, bukan? Apapun sebenarnya bisa terjadi apalagi setelah ilmuan Cornell memperkenalkan kita terhadap alat yang dapat membuat kita merayap di dinding bagaikan Spiderman. Hm, bagaimana bisa ya?!
Alat berukuran kecil tersebut menggunakan teori tekanan permukaan air untuk melakukan serapan (adhesi) dan kemampuan merayap bagaikan seorang pahlawan super. Aplikasi ini nantinya akan dipasang pada sepatu ataupun sarung tangan sehingga nanti orang yang menggunakannya dapat menempel dan merayap di dinding.
Perangkat ini terdiri dari plat dasar bermotif dengan lubang mikroskopis. Bagian bawahnya merupakan wadah penampung air dan bagian tengahnya adalah lapisan berpori. Medan listrik yang diterapkan menggunakan baterai 9 volt yang memompa air melalui perangkat itu dan menyebabkan tetesan air melalui lapisan bagian atasnya. Tegangan pada permukaan tetesan yang terbuka membuat alat ini mencengkram permukaan lainnya.
Untuk menonaktifkan daya adhesi ini, medan listrik hanya dibalik, dan air ditarik kembali melalui pori-pori, melewati dinding pori-pori yang diciptakan antara perangkat dan permukaan lainnya dengan tetesan air.
“Dalam pengalaman kita sehari-hari, kekuatan-kekuatan ini relatif lemah,” kata Paul Steen, profesor teknik kimia dan biomolekuler. “Tapi jika Anda membuatnya dalam volume besar maka Anda dapat mengendalikannya… Anda bisa mendapatkan daya adhesi yang lebih kuat.”
Sejauh ini, perangkat itu hanya berguna pada benda atau makhluk yang berukuran kecil. Sebagai contoh, satu prototipe dibuat dengan sekitar 1.000 lubang berukuran 300 mikron, dan mampu menahan beban sekitar 30 gram saja.
Tapi para peneliti menemukan bahwa saat mereka memperkecil ukuran lubang dan mengemasnya dalam volume yang lebih besar, daya adhesi akan semakin kuat. Mereka memperkirakan bahwa satu perangkat dengan jutaan lubang berukuran 1 mikron dapat menahan beban lebih dari 6.8 kg.
Steen membayangkan masa depan dari prototipe ini pada skala yang lebih besar, setelah mekanisme pompa disempurnakan, dan perekat ikatan dapat dibuat bahkan lebih kuat. Dia juga membayangkan tetesan air akan menutup dengan selaput tipis yang cukup banyak untuk mengendalikan pompa tetapi cukup tebal untuk menghilangkan bekas basahan.
Steen kelihatannya tampak lebih tertarik membayangkan alat yang bisa dijadikan pendukung tindakan kriminal dibandingkan menggunakannya untuk melindungi dunia.
“Bayangkan Anda dapat membuat alat seukuran kartu kredit, lalu menaruhnya di pintu dan dalam sekejap pintu itu akan terbuka sendiri,” papar Steen. “Hal itu menarik untuk dibayangkan.”
//
Kategori: Lain-lain
Klik Topik terkait: adhesi biomolekuler kimia spiderman superhero
04
Memasuki musim hujan, Pantai Kuta, Bali, terus mendapat sampah kiriman dari sungai ataupun hutan di sekitar wilayah Bali. Hal itu tak lepas dari faktor alam, yakni musim angin barat.
Rata-rata setiap hari sekitar 120 meter kubik atau setara 20 truk sampah berupa ranting pohon dan plastik harus dibersihkan oleh pihak pengelola pantai.
“Setiap hari sampah datang kami bersihkan, satu jam datang lagi,” ujar I Gusti Ngurah Tresna, Kepala Satgas Pantai Kuta.
Dia mengaku cukup kewalahan mengatasi masalah sampah tersebut karena datangnya terus-menerus. Karena jumlahnya cukup besar, pengelola pantai pun harus menggunakan alat berat seperti traktor untuk mengangkutnya.
03
hello…. do you know?? my name is hajat hernanda
hahaha…..
03
Welcome to Student Blogs. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!
| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| « Feb | ||||||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | |
| 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 |
| 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 |
| 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 |
| 28 | 29 | 30 | 31 | |||